Bagi-Bagi Jilbab, GeLiaT (Juga) Kampanye Pentingnya Menutup Aurat

MANADO – Pentingnya khimar (Jilbab) bagi muslimah atau bunga-bunga revolusi kata Dr. Ir. H. Soekarnomenjadi sebuah tugas penting Gerakan Muslimah Hebat (GeLiaT) sehingga Sabtu (14/2/2015) melaksanakan aksi damai dengan membagi-bagi jilbab untuk muslimah di Kota Manado.

Dalam memperingati momentum bersejarah ini, Mutiara Prastuti Ningsi (Korlap) GeLiaT menyebutkan bahwa kegiatan aksi damai yang di lakukan dalam rangka memperingati Hijab Day Indonesia (Gerakan World Hijab Day) yang bertepatan dengan tanggal 14 februari 2015, melalui aksi 100 khimar untuk muslimah kota manado.

”Kita sebagai muslimah wajib menutup aurat dalam rangka menjauhi maksiat. Tidak ada tawar menawar sebagai seorang muslimah untuk hijab (berjilbab),” ujar Mutiara yang juga kader Lembaga Daqwa Kampus (LDK) Al-Ihsan IAIN Manado itu.

Massa GeLiaT ketika berada di depan Mega Mall Manado

Massa GeLiaT ketika berada di depan Mega Mall Manado

Mutiara juga menjelaskan bahwa sebagai salah satu kegiatan yang menyita perhatian masyarakat dan dihadiri oleh muslimah-muslimah hebat dari organisasi muslim intra dan ekstra kampus, maka GELIAT juga akan melakukan konsolidasi dalam rangka untuk memperingati hari-hari besar lainnya. (Faruk Umasangaji)

Hindari Disintegrasi, LSM dan Ormas Se-Sulut Deklarasi Tolak ISIS

MANADO – Demi mewujudkan adanya keamanan ditengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), terutama menghindari munculnya tindakan radikalisme semacam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sulut, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) menggelar dialog publik, Selasa (31/3/2014) bertempat di Hotel Formosa Manado, kegiatan ini menghadirkan, KH Wahab Abdul Gafur LC, (Ketua MUI Sulut), Delmus Puneri Salim Ph.D (Dosen IAIN Manado) dan Kasdim 1309 Manado, Ikomang Suarsa sebagai narasumber.

Sementara itu, Delmus Puneri Salim selaku pembicara pertama menyentil tentang instrumen perluasan gerakan ISIS mengambil Media Sosial (internet, Twitter, dan Facebook) sebagai sarana kampanye. Menurut Delmus, warga Sulut tidak harus diusik dengan masuknya pemahaman yang membawa dampak disintegrasi sosial.

”Dengan demikian, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama membantu TNI, Polri dan para intelijen dalam mengantisipasi masuknya ISIS di Sulut. Bentuk sosialisasi menangkal ISIS bisa dilakukan lewat Khutbah Jumat atau ceraham di Masjid, kalau ini dilakukan saya kira semua kita akan aman,” tegas pengajar IAIN Manado itu.

Begitupun ditambahkan KH Wahab Abdul Gani yang menjelaskan kalau ISIS ingin mendirikan negara Islam atau Khilafah al-Islamiyah. Konflik yang terjadi di Timur Tengah juga membawa dampak global terhadap pergerakan perekonomian Nasional, MUI telah mengambil langkah tegas mengeluarkan fatwa apa yang dilakukan ISIS bukanlah jihad.

‘Tentara Nasional Afganistan yang dibantu AS, belum mampu mengalahkan tentara Muzahidin di Afganistan, ini juga peristiwa penting yang harus kita telaah hingga bagaimana munculnya ISIS. Seperti itupun, organisasi Islam juga dibenci ISIS dengan tuduhan kafir. Sementara dalam pandangan Islam, misalkan dari MUI, diharamkan orang mengkafirkan. Ulama Indonesia menyepakati bahwa mereka yang berjuang di jalan ISIS bukanlah mujahid, bukan mati sahid tapi mati konyol,” kata Abdul Gani.

Suasana Dialog Publik sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Suasana Dialog Publik sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Penegasan juga disampaikan Kasdim Ikomang Suarsa (Perwakilan Dandim 1309 Manado) yang menilai kinerja badan Intelijen makin berat dengan adanya ISIS. Dia juga mengatakan konflik Poso menjadi bagian penting dalam pergerakan ISIS yang harus diantisipasi di Sulut. ” Kerja intelijen harus diperkuat. Poso itu merupakan luka lama, sehingga kegiatan bela Negara juga perlu dilakukan secara massif. Iya memang, sasaran empuk ISIS dalam proses perekrutan kader adalah pada anak-anak sekolah atau generasi muda,” tukas Kasdim.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri puluhan pimpinan Ormas, LSM, jurnalis, dan aktivis mahasiswa. Terlihat Brigade Masjid, Brigade Manguni Manado, HMI Cabang Manado, GMKI Cabang Manado, PMKRI Cabang Manado, Senat mahasiswa, KAMMI Sulut dan sejumlah aktivis lainnya. Kegiatan ini juga diselenggarakan atas wujud kerja sama beberapa media online, diantaranya Okemanado.com, Suluttoday.com, Manadosatunews.com, Topiksulut.com, dan Treveesulut.com, serta komunitas Manifesto. Dengan mengambil tema Jangan Ada ISIS di Sulawesi Utara. (Amas Mahmud)

Tuntut Transparansi Anggaran, Dema IAIN Manado Angkat Bicara

MANADO – Lembaga Eksekutif Kemahasiswaan IAIN Manado yang terdiri dari Dewan Mahasiswa (DEMA) Istitut dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Hukum Islam siap kawal kepentingan Mahasiswa. Terkait dengan berbagai permasalahan yang terjadi di Intitusi. Selasa (26/5/2015).

Supriadi Haribae selaku Presiden DEMA menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa seharusnya sadar akan persoalan terjadi saat ini yang bukan hanya merugikan sekelompok orang tetapi juga merugikan kelurga besar mahasiswa IAIN Manado itu sendiri. ”Permasalahan terkait dengan perilaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan saat ini yang terjadi di institusi kampus berdampak pada seluruh mahasiswa IAIN Manado. Saya bersama pengurus tidak tinggal diam tentang kejadian ini mengingat bicara kemaslahatan bersama,” ucap Haribae.

Disisi lain Syahrir Laya, Ketua HMJ Syariah IAIN Manado menjelaskan bahwa permasalahan yang sangat urgen dan patut di untuk diketahui terkait dengan fasislitas penunjang proses belajar mengajar yang tidak sesuai dengan edaran brosur penerimaan mahasiswa baru. “Kejelasan Nasib rekan-rekan mahasiswa ma’had putra yang saat ini ditempatkan di gedung masjid, transparansi anggaran berdasarkan UU sekaligus Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 Tahun 2008,” kata Syahrir Selaku Wakil Presiden.

Sementara itu, Sumarlin Bahtiar mengajak kepada Lembaga-lembaga eksekutif lainya agar bisa bersama-sama dengan DEMA, HMJ dan beberapa UKM untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa terutama HMJ Tarbiyah dan Ushuluddin yang masih dalam komunikasi.

Begitupun menurut Saldimad Harinda, salah satu mahasiswa Jurusan Tarbiyah IAIN Manado menuturkan ketika mereka yang berada di jabatan-jabatan lembaga eksekuif mahasiswa yang tidak mau memperjuangkan kepentingan mahasiswa maka lebih baik jangan lama-lama ti tahta jabatan. Kalau hanya melaksanakan program kerja (proker) semata mending jangan jadi pemimpin lembaga eksekutif. (Faruk Umasangaji)

Kajian Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan Bakal Digelar

MANADO – Berbagai upaya untuk terus melestarikan tradisi intelektual di Sulawesi Utara (Sulut), dan Indonesia pada umumnya tak henti dilakukan DR dr Taufiq Pasiak, M.Kes, M.Pdi, akademisi Universitas Sam Ratulangi, aktivis Muhammadiyah Sulawesi Utara ini selalu konsisten menjaganya dengan terus menumbuhkan kebiasaan membaca buku, diskusi dan menulis.

Dalam momentum Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Pasiak yang dikenal sebagai ahli otak ini menggagas diskusi (Kajian) membincangkan berbagai latar belakang pengetahuan terkait konsep ke-Islam-an antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bagaimana relasinya dengan kemajuan daerah ini. Kegiatan yang dilaksanakan di Wale Kaleosan jalan Camar Atas 124 Malendeng Perkamil Kota Manado, kajian Menjelang 70 tahun Kemerdekaan RI, Sabtu 15 Agustus 2015 pukul 15.00-20.00 Wita. Tema; Islam Nusantara (NU) dan Islam Berkemajuan (Muhammadiyah) Apa Manfaatnya Bagi Sulawesi Utara?.

Dokter Taufik sapaan akrab Pasiak yang rencancananya langsung bertindak menjadi moderator dalam kajian tersebut menyampaian sejumlah nama yang akan bertindak selaku narasumber. Pasiak juga saat ditemui Suluttoday.com, Kamis (13/8/2015) di Jalan Roda Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini akan bersifat terbuka sehingga bagi yang berkeinginan mengikuti boleh ikut hadir.

”Dalam rangka menyambut Kemerdekaan RI, kita menggagas kajian ini. Sederhana saja tempat pelaksanaannya, kajian tersebut menghadirkan beberapa orang yang dianggap layak memaparkan gagasannya mereka untuk kemajuan Islam Sulawesi Utara. Pengantar singkat akan disampaikan Rivai Bolatio, Dir Pasca Sarjana IAIN Manado, Reiner Emyot Ointoe, Budayawan. Kemudian, pembicara diantaranya Mashar Kinontoa, Suwarno Tuiyo, Ulyas Taha, dan sejumlah pembicara lainnya. Silahkan bila ada waktu luang, bisa ikut hadir dalam acara ini,” ujar Pasiak singkat. (Amas Mahmud)